Kutukan Kawanan dan Tawa Sisyphus: Menggugat Stoikisme di Balik Teater Banal Bukber
https://pin.it/7alUJZkab Kutukan Kawanan dan Tawa Sisyphus: Menggugat Stoikisme di Balik Teater Banal Bukber Selayaknya Lebaran, kegiatan buka bersama (bukber) acap kali menjelma menjadi keniscayaan sosial yang melelahkan. Di bulan Ramadan ini, kita sering kali terjebak dalam riak agenda-agenda banal; ajakan demi ajakan datang menyerbu bak air pasang yang tak tahu diri. Tak jarang, ia menjadi beban ganda: mental yang terkuras dan finansial yang sekarat. Di balik layar ponsel, kita sibuk menimbang jadwal yang sesak, hubungan yang mendingin, hingga kalkulasi THR yang sebenarnya sudah habis sebelum sempat dirayakan. Kita paham betul bahwa di balik jargon "nostalgia" atau "temu kangen", bukber sering kali tak lebih dari teater adu pencapaian. Kita menyiapkan alibi demi alibi hanya untuk menjaga citra di depan orang-orang yang sebenarnya mulai terasa asing. Ada ketakutan primordial yang bermain di sana: takut terlupakan, takut terasingkan. Ketak...